TOURMALINE

TOURMALINE

Turmalin – Batu Listrik

Turmalin sangat unik karena memancarkan Ion Negatif, Gelombang Alpha dan Sinar Inframerah Jauh (FIR) yang sangat baik untuk kesehatan.

Turmalin membawa muatan listrik yang samar tapi konstan sebesar 0,06mA. Muatan listrik menghasilkan energi Inframerah Jauh, Ion Negatif, dan Gelombang Alfa.

Turmalin adalah mineral alami yang banyak digunakan sebagai batu permata. Turmalin sangat unik karena memancarkan Ion Negatif, Gelombang Alpha dan Sinar Inframerah Jauh (FIR).

Batu Turmalin ditemukan pertama kali pada tahun 1703 di Sri Lanka. Cadangan Turmalin terbesar di dunia telah ditemukan di Brasil, Pakistan, Afghanistan, Amerika, Madagaskar, dan di banyak bagian Afrika.

Para ilmuwan telah lama tertarik dengan sifat listrik dan magnetik Turmalin yang unik.
Benjamin Franklin, penemu penangkal petir, memiliki setidaknya satu batu turmalin dan menggunakannya dalam eksperimennya.

Pada tahun 1880, Pierre Curie, penerima Hadiah Nobel Fisika bersama saudaranya Jacques, ahli mineral, menemukan bahwa Turmalin membawa muatan listrik yang lemah ketika dipanaskan (piroelektrik) atau ketika diterapkan tekanan ke permukaannya (piezoelectricity).

Pada tahun 1986 penelitian di Jepang mengkonfirmasi bahwa Turmalin membawa muatan listrik yang samar tapi konstan 0,06mA, itulah sebabnya mengapa turmalin dikenal sebagai “batu listrik” terutama di Asia. Peneliti Jepang juga menemukan bahwa tidak peduli seberapa kecil Turmalin dihancurkan, tetap membawa muatan listrik yang kostan. Muatan listrik yang menghasilkan energi inframerah jauh, ion negatif, dan gelombang alpha .